Jumat, 30 Desember 2011

Antara pahit dan manisnya perjalanan :')

Assalamu alaikum Wr.Wb.
Dimulai pada hari Sabtu tanggal 26 Maret 2011 jam 7 pagi. pada hari itu kami akan berangkat ke pantai Batakan, kira kira jam setengah 8 pagi kami berangkat dari rumah sang penulis(aku..aku..(alias KEPO).Kami berangkat dengan 2 mobil (Innova dan Avanza),kebetulan sang penulis berada di mobil avanza yang dikemudikan oleh saudara Muji,dan ternyata saudara Amin lebih memilih ikut mobil para perempuan(bahaya ini),dikarenakan saudara Muji menyetir sangat lambat bahkan tidak lebih cepat dari seekor siput.,kami tertinggal jauh dari rombongan para wanita.Kemudian saudara Rizqon(alias buntal) mendapatkan telepon dari saudara Amin dan dia mengatakan bahwa mereka sudah berada di gambut,dan mampir di mini market yang berada di daerah SPBU, padahal Saudara Rizqon dan teman temannya(termasuk saya) baru berada di pal 8. dengan segenap kekuatannya saudara Muji memberanikan dirinya untuk membawa mobil lebih cepat,akhirnya mereka yang berada di avanza pun sampai juga di SPBU gambut.Ketika sampai disana terlihatlah saudari Sofi dan saudari Truly(Kanjeng Mami) membawa bungkusan besar yang berisikan banyak makanan.,kemudian saudara Rizqon pun mengajak saya untuk membeli sesuatu di mini market dan ternyata kami hanya membeli sebotol kratingdaeng yang dibagi untuk seluruh orang di mobil avanza(jujur,duitnya tidak ada,haha) yang semuanya berjumlahkan 6 orang. dan saudara Muji membeli bensin.Ketika sudah siap melanjutkan perjalanan kembali kami terkejut dikarenakan mobil Innova sudah menghilang,alhasil kami pun memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. tiba-tiba mobil avanza yang kami tumpangi gasnya selalu turun(mungkin karena tidak terbiasa mengisi bahan bakar yang mahal,wajar mobil rental,wkwk) sehingga mobil pun sangat sulit dijalankan bahkan untuk menjalankannya sangat susah di karenakan bisa mendadak mati.Akhirnya dengan KEBERANIANNYA saudara Muji pun nekat memaksa mobilnya berjalan. sampai di dekat bundaran yang mengarah ke liang anggang, saudara Muji pun berkata bahwa mobilnya sudah terasa nyaman dan kami pun merasa tenang. sebelumnya kami juga sudah menyuruh saudara Amin untuk menyuruh supir mereka berhenti dulu sambil menunggu kami,akhirnya kami pun bertemu lagi di liang anggang dan melanjutkan perjalanan bersama.sesampainya di Pelaihari kami kehilangan jejak mobil rombongan saudara Amin dan teman-teman perempuannya.Ternyata mereka pun memutuskan untuk langsung ke Pantai batakan saja dan kami pun menyetujuinya(dengan terpaksa),sedangkan kami mampir dulu di rumah saudara Fahrial(alias bibir).Setelah semuanya sudah siap kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Batakan dan saudara Fahrial ikut mobil kami. setelah melalui jalan yang berliku-liku dan rusak akhirnya sampailah kami di pantai batakan. teman teman yang sudah lebih dulu sampai terlihat sudah basah dikarenakan mereka mandi, entah kenapa kami semua memutuskan untuk pindah ke pantai takisung. di mobil kami terdapat tambahan penumpang yaitu saudari Emma(satu-satunya perempuan di mobil kami,dia pindah karena sesak di mobil satunya,faktanya,di mobil satunya amin lah satu-satunya laki-laki,entah knpa dia ikut mobil para perempuan,mungkinkah masih ada rasa cinta pada Dhita pada waktu itu?tanyakan saja dengan orangnya,haha).Setelah melalui jalan berliku-liku,becek,dan saudara Muji mendriftkan mobilnya, sampailah kami di pantai takisung,saya dan fachri ikhsan(gigi) langsung mencari mesjid untuk sholat dzuhur(kadang rajin,haha),sedangkan yang lain malah asik-asik berfoto ria,jadi di album fotonya tidak ada wajah saya dan saudara fachri ikhsan(sungguh TEGA),di sana kami bermain layang-layang,foto bareng,dan bermain bola.Dan yang paling mengejutkan adalah saat kami lagi mencari tempat untuk berfoto kami lewat sebuah tenda(kemah),dan saudari Sofi memberanikan diri membuka tenda itu,dan saudari Sofi sangat terkejut karena ada bapak-bapak di dalam situ,kami pun tertawa terbahak-bahak sedangkan SOfi menahan malu,wkwkw.Tak terasa 2 jam 30 menit berlalu kami semua pulang,sesampainya di parkiran,rombongan mobil innova memutuskan untuk ke rumah fahrial(bibir) dulu untuk santai sedangkan mobil para perempuan(kcuali Amin) meneruskan untuk langsung ke Banjarmasin,mereka menuju Soto Bawah Jembatan(SBJ),ternyata tidak rugi ke rumah fahrial,kami di traktir makan nasgor(nasi goreng),cihuy.Setelah mengantar saudara fahrial pulang(di rumahnya yang ada di Pelaihari),kami pun segera pulang,dan ternyata saat di perjalanan ada suara menggelegar(bukan bunyi kentut),ternyata ban belakang mobil kami pecah,padahal itu sudah jam 5 sore lebih,kami pun berusaha melepas ban serap yang ada di bemper belakang mobil,karena tidak ada anak perbengkelan kami pun ternyata salah memutar bautnya,akhirnya LOSS,dan ban serapnya tidak bisa di lepas,kami pun melakukan berbagai cara,ternyata hasilnya nihil,padahal sudah ada warga sana yang membantu,namun tidak membuahkan hasil,akhirnya kami mencoba menghubungi saudara fahrial,namun tidak di angkat juga(punya HP kd di pakai,hedeh -_-"),akhirnya dia pun menerima telpon kami sehabis maghrib dan datang dengan pamannya,namun tetap tidak membuahkan hasil,karena saudari Emma kelelahan,dia pun kami biarkan tidur di mobil sendirian,dan kami nongkrong di luar mobil,karena sudah memasuki waktunya sholat,saya,Azis,Fachri(gigi),dan Aldy(ketua Baga) pun mencari musholla.Kami bergiliran Buang air kecil di WC musholla sebelum berwudhu,dan saya yang terakhir,eh,ternyata pas di buka mereka sudah sholat duluan,dan saya sangat terkejut karena melihat keranda(jeng..jeng),bulu kuduk merinding,berwudhu jadi agak cepet,peluh hendak menetes tapi tidak bisa karena saking takutnya(lebay,haha),akhirnya selesai berwudhu saya sholat di musholla.Sesampainya di TKP,kami pun mulai berbincang-bincang memikirkan cara untuk pulang,akhirnya saudara Muji menelpon Ayah TERCINTAnya,dengan kecepatan cahaya,ayah muji sampai di TKP(antara bati-bati dan pelaihari) dengan rekor yang sangat cepat,bahkan masuk ke Guinness Book Of Record(bercanda,wkwk),di bawakanlah ban serap dari rentalnya yang ada di Banjarmasin.Akhirnya kira-kira jam setengah 10 malam kami bisa melanjutkan perjalanan pulang,pada saat di jalan Kayangan,entah kenapa kami merasa takut,jalanannya sangat gelap dan sepi(tidak ada satu rumah pun di pinggir jalan),apalagi saudari Emma,dia bahkan menutupi wajahnya dengan jaket bau punya saya,wkwk,akhirnya setelah melewati jalan itu kami pun merasa lega,dan kira-kira jam 11 lebih(malam) kami sampai di Banjarmasin(Faktor driver).Akhirnya kami bisa bernafas lega dan pulang ke rumah masing-masing.
Akhirnya selesai juga ceritanya,istirahat dulu ah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar